Sunday, October 16, 2011
Apa Yang Harus Diketahui Ketika Merencanakan Keuangan Anda
1. Adakah hutang kartu kredit? apabila ada, sudah lunaskah hutang tersebut?
Hutang kartu kredit harus dilunasi terlebih dahulu sebelum melakukan perencana keuangan agar kenaikan bunga kredit yang tinggi seiring berjalannya waktu tidak akan membebani ibu lagi.
2. Sudahkah anda memiliki dana darurat?
Dana darurat penting untuk dimiliki sebelum berinvestasi. Dana darurat adalah suatu dana yang telah dialokasikan secara terpisah untuk memenuhi kebutuhan darurat seperti biaya karena sakit, PHK, biaya pernikahan (kurang dari satu tahun), kecelakaan dan lain – lain. Besarnya dana darurat tergantung berapa jumlah keluarga yang ditanggung. Untuk keluarga yang memiliki 2 orang anak, dana darurat yang harus dipersiapkan adalah 6 – 9 bulan penghasilan dan untuk 3- 4 orang tanggungan menyiapkan 9 – 12 bulan penghasilan.
Setelah anda cross check dua hal tersebut, maka kita akan dapat segera mengatur keuangan sesuai dengan tujuan – tujuan tertentu. Saya akan memberikan contoh – contoh tujuan keuangan yang mayoritas dari anda akan utamakan
Asuransi
Anda mungkin sudah memiliki asuransi, baik itu disediakan dari kantor atau anda membeli sendiri. Walaupun begitu kebanyakan orang yang membeli asuransi sendiri salah memilih asuransi yang tepat dikarenakan ketidakpahaman mereka tentang fungsi original asuransi dan banyak juga yang membeli dikarenakan ingin membantu saudara atau teman yang bekerja sebagai agent. Sedangkan asuransi yang disediakan oleh kantor apabila ditinjau ulang, mungkin tidak dapat mencukupi kebutuhan yang diperlukan.
Asuransi yang penting untuk dimiliki adalah asuransi jiwa. Penting karena asuransi ini yang akan menggantikan biaya hidup apabila tulang punggung keluarga meninggal biaya dan biaya tersebut dapat juga menutupi hingga anak-anak lulus kuliah. Asuransi ini dapat juga diberikan asuransi tambahan seperti asuransi rawat inap.
Dana Pendidikan Anak
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus direncakan dari sekarang. Kita sadar bahwa dana pendidikan anak akan naik setiap tahunnya, yang mana kenaikan itu bisa sama besarnya dengan inflasi atau malah lebih. Oleh karena itu anda harus mulai untuk menyisihkan dana agar investasi bulanannya lebih kecil. Anda juga harus memikirkan apakah anak anda akan disekolahkan di dalam atau di luar negri.
Dengan menggunakan tabungan yang bunganya sekitar 2 – 3% pertahun tentunya tidak akan mencukupi untuk biaya pendidikan anak sampai selesai karena bunganya lebih rendah dari tingkat inflasi. Cara lain yang biasa digunakan adalah dengan membeli asuransi dana pendidikan, tetapi asuransi jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti tidak fleksibel dan return yang didapat jatuhnya sama seperti tabungan. Lebih bermasalah lagi apabila suami di PHK sehingga tidak mampu lagi membayar uang premi bulanan, maka asuransi pendidikan itu akan gugur. Cara yang tepat adalah memasukan dana investasi anak tersebut ke produk berbasis pasar modal yang dapat memberikan potensi hasil diatas 20% (seperti pada produk reksadana). Dengan jangka waktu yang panjang maka resiko menaruh dana di pasar modal bukan menjadi masalah karena trend investasi ini selalu naik.
Dana Pensiun
Dana pensiun biasanya disediakan oleh perusahaan swasta tempat anda bekerja yang kebanyakan berasal dari pemotongan gaji para pegawai. Banyak para pegawai tidak menelusuri lebih lanjut kemana dana pensiun itu diinvestasikan dan tidak banyak juga yang melakukan penghitungan secara detail berapa banyak dana yang dibutuhkan untuk masa pensiun. Jangan mengharapkan terlalu banyak dari tunjangan dana pensiun, buatlah sendiri dana pensiun tambahan dari sekarang untuk menikmati masa tua yang terjamin.
Pertimbangkan keinginan – keinginan anda semasa pensiun nanti, apakah anda ingin menyalurkan hobi yang tidak terlaksana selama masih bekerja atau anda ingin mendapatkan perawatan terbaik apabila anda sakit atau apakah anda ingin memberikan sesuatu kepada cucu-cucu anda nantinya.
Persiapkan dan aturlah keuangan anda dari sekarang. Apabila anda terlalu sibuk atau masih merasa sukar untuk mengelola keuangan sendiri, anda dapat menggunakan jasa Financial Planner yang berpengalaman dan bersertifikat international untuk membantu anda.
sumber: www.aidilakbar.com
Thursday, August 18, 2011
DANA DARURAT
Dalam film “The Company Men” dengan Ben Affleck dan Tommy Lee Jones yang menjadi pemainnya, dikisahkan seorang eksekutif yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun di satu Perusahaan cukup besar, tiba-tiba harus kehilangan pekerjaannya karena unit kerjanya terkena penutupan dengan alasan rasionalisasi Perusahaan. Dengan gaya hidup yang berjalan, adanya hutang cicilan rumah, hutang cicilan 2 mobil sportnya, 2 anak yang masih sekolah, si eksekutif dibantu istrinya berusaha kembali mengatur keuangan keluarga mereka. Beruntung si eksekutif masih menerima pesangon akibat PHK itu sehingga masih bisa bertahan hidup selama beberapa bulan.
Bagaimana dengan Anda apabila mengalami hal ini? Terkena PHK atau tiba-tiba Perusahaan tutup. Apakah Anda sudah siap menghadapinya? Mungkin Anda berpikir, ah nanti kan ada pesangon yang berkali lipat jumlahnya dari gaji saya, cukuplah untuk beberapa bulan. Loh, itu kalau ada. Bagaimana kalau tidak ada karena Perusahaan bangkrut? Di sinilah gunanya memiliki Dana Darurat.
Apakah dana darurat itu? Dana darurat adalah sejumlah dana yang khusus disisihkan untuk menghadapi kondisi yang darurat, misalnya terkena PHK atau tiba-tiba ada keluarga yang masuk Rumah Sakit dan butuh dana tunai, dan lain sebagainya yang bersifat darurat. Saya punya pengalaman mengalami PHK dari perusahaan tempat saya bekerja. Bersyukur karena saya sudah memiliki dana darurat ini, selama 2 bulan keluarga saya masih tetap dapat dibiayai tanpa perlu meminjam ke sana ke mari. Setelah saya mendapatkan pekerjaan kembali, dana darurat yang terpakai saya isi ulang (kaya pulsa saja). Saya sarankan, jangan gunakan kartu kredit untuk membiayai biaya hidup Anda selama menghadapi kondisi darurat ini karena Anda dapat terbelit dengan masalah lain yang lebih berat. Gunakan kartu kredit hanya sebagai pengganti uang tunai sementara, misalnya untuk pembayaran Rumah Sakit, tetapi dengan catatan Anda sudah punya sejumlah dana (yang digesek melalui kartu kredit tersebut) pada rekening di Bank.
Mungkin ada yang berpikir dan beralasan, wah untuk makan saja sudah susah, apalagi ini untuk menabung suatu dana darurat. Menurut saya, golongan pekerja kantoran sekarang dapat dipastikan Anda masih bisa beli rokok, kalau Anda merokok, masih bisa jalan-jalan ke mall, dan pengeluaran lainnya yang sebenarnya bukan kebutuhan mendasar. Anda dapat mengurangi pengeluaran itu dan mulai menyisihkan untuk dana ini.
Ada juga yang berpikir: “Ah kondisi darurat juga jauh dari saya”. Yang namanya darurat tidak dapat diprediksi kapan datangnya dan berapa lama akan terjadi, sehingga seperti pepatah berkata kita harus “Sedia payung sebelum hujan”. Jadi siapkan dana yang cukup untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga ini. Yang penting adalah menyisihkan sebagian dari penghasilan Anda secara konsisten mulai sekarang dan menyimpannya untuk sesuatu kondisi sangat darurat.
Ok, kalau begitu, berapa dana yang cukup untuk dana darurat ini?
Umumnya sebesar 3 – 12 bulan dari biaya hidup Anda, termasuk premi asuransi dan cicilan hutang. Besarnya jumlah ini akan tergantung dari status Anda apakah lajang atau berkeluarga. Juga tergantung dari tetap atau tidak tetapnya jumlah penghasilan yang diterima Anda. Makin tidak tetap jumlah penghasilan yang Anda terima setiap bulannya, misalnya Anda seorang artis atau pengusaha, maka makin besar jumlah dana yang harus Anda persiapkan untuk kondisi darurat.
Nah apabila Anda belum memiliki dana darurat, segera siapkan. Bagaimana caranya?
Pertama, tentukan jumlah dana darurat yang harus disediakan. Dana darurat ini tidak harus harus tersedia dalam satu hari. Rencanakan target waktunya, biasanya dengan minimal menyisihkan 10% dari penghasilan Anda sampai mencapai target jumlah. Contoh, dengan biaya hidup per bulan Rp 5 juta, status kawin dengan 1 anak, dana darurat yang dibutuhkan sekitar 6 bulan, sehingga diperlukan dana Rp 30 juta. Dengan penghasilan yang diterima rata-rata per bulan Rp 10 juta maka sebesar Rp 1 juta minimal harus disisihkan untuk ditabung menjadi dana darurat yang akan berjalan selama 30 bulan.
Apabila Anda menerima bonus dari perusahaan, sebagian dari bonus tersebut bisa ditambahkan sehingga dana lebih cepat terbentuk. Langsung bayar pada saat gaji diterima, jangan ditunda-tunda. Bisa Anda gunakan fasilitas auto debit pindah rekening. Sekali lagi yang penting disini adalah kedisiplinan Anda dalam melakukan hal ini.
Satu tips dari saya, perlakukan dan jadikan dana darurat ini seperti “Tagihan” yang harus Anda bayar, dimana kalau tidak dibayar akan terjadi masalah, sehingga Anda akan termotivasi melakukan “pembayaran tagihan” atas dana darurat ini.
Sekarang, dimana harus disimpan dana darurat ini?
Sebaiknya tabungan tersebut dimasukkan dalam yang tabungan yang terpisah dari rekening Bank (tabungan) untuk keperluan sehari-hari. Apabila sudah terkumpul kira-kira 3 bulan biaya hidup Anda, sejumlah 1 bulan biaya hidup tersebut dapat Anda pindahkan menjadi deposito berjangka. Atau kalau cukup, dibelikan logam mulia. Demikian seterusnya, sehingga komposisi ideal dari penyimpanan dana darurat ini 20% dana likuid tabungan, 30% dalam deposito dan 50% dalam logam mulia.
Komposisi 20, 30 dan 50 ini memang bukan suatu yang kaku (boleh flexible tergantung kenyamanan masing-masing). Tapi kalau menurut saya, komposisi ini supaya paling tidak kita punya dana yang benar-benar likuid (walaupun sedikit ya) sbg dana cadangan darurat kalau kita butuh kas mendadal yang agak besar di waktu yang agak sulit mencairkan macam2x dulu. Makanya komposisinya ngga terlalu gede untuk tabungan, Lapisan kedua yaitu deposito supaya ngga terlalu repot untuk mencairkan dibandingkan emas tapi tetep dapat bunga. Nah emas kan sayang nih kalau sampai dijual, makanya menjadi benteng terakhir, dimana diharapkan mudah2an ngga sampai dijual waktu terjadi kondisi darurat (harganya naik terus, mendingan disimpen terakhir tul ngga?)
Pasti pertama-tama akan sulit untuk melakukan penyisihan penghasilan ini. Tapi dengan disiplin dan kemauan, pasti lama-lama akan mudah. Saya percaya Dana darurat sebagai hal penting dalam perjalanan hidup Anda dan keluarga, pasti dengan mudah tercapai.
Saat situasi kritis keuangan yang mungkin datang di masa depan, Anda akan dengan tenang menghadapinya karena sumber keuangannya sudah Anda miliki melalui pengorbanan yang sudah Anda buat sekarang.
*dari milis financial freedom*
Saturday, December 19, 2009
A sinner's pray II
Wahai Tuhanku.. aku sebetulnya tak layak masuk surgaMU,
tapi.. aku juga tak sanggup menahan amuk nerakaMU,
karena itu mohon terima taubatkuampunkan dosaku,
sesungguhnya Engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar,
DOsa-dosaku bagaikan bilangan butir pasir
maka berilah ampunkan oh Tuhanku yang Maha Agung
Setiap hari umurku terus berkurang
sedangkan dosaku terus menggunung,
bagaimana aku menanggungkannya
Wahai Tuhan, hambamu yang pendosa ini
datang berimpuh kehadapanMU
mengakui segala dosa
mengadu dan memohon kepadaMu
kalau Engkau ampuni
itu karena Engkau sajalah yang bisa mengampun
tapi kalau tolak, kepada siapa lagi kami memohon
ampun selain kepadaMU.
Monday, November 9, 2009
Pencils
…pembuat pensil itu menaruh pensil yang baru dibuatnya ke samping sebentar, sebelum ia memeasukkannya ke dalam kotak. Ada 5 hal yang perlu kau ketahui, katanya kepada pensil, sebelum kau kukirim ke seluruh dunia. Hendaknya kau ingat pesanku berikut ini dan jangan sampai kau lupa. Yakinlah kau bakal berhasil menjadi pensil yang terhebat.
SATU: kau bakal bisa melakukan banyak hal besar tapi itu bila kau mau membiarkan dirimu dipegang tangan seseorang.
DUA: kau akan menderita tiap kali kau diruncingkan tapi kau butuh itu agar bisa menjadi pinsil yang lebih baik.
TIGA: kau bakal bisa mengkoreksi tiap kesalahan yang mungkin kau lakukan.
EMPAT: bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang berada di dalam.
dan LIMA: pada tiap permukaan dimana kau dipakai, tinggalkanlah jejakmu. Apapun kondisinya kau harus terus lanjutkan menulis.
Pensil itu mengangguk mengerti dan berjanji akan mengingat nasihat tersebut. Dan memasuki kotak yang akan dieksport dengan suatu tekad kuat di dalam hatinya..
Kepada siapapun yang membuat ini, kuucapkan terima kasih telah mengingatkanku.
-Diambil dari blog lamaku-
Tuesday, November 3, 2009
Diamonds
"Diamonds are made under pressure"
Wake up, Get up, Stand up my friend!
'Untuk diri sendiri'
-Blue Avontur-
Thursday, August 20, 2009
A sinner's pray
Tuhanku, berikanlah
kepada kami istri-istri yang salehah, yang mampu menjadi pengikat tali agama di keluarga kami dan juga tali silaturahmi di antara kami,
Tuhanku, berikanlah
juga kepada kami anak-anak yang soleh, yang dapat memberikan aroma surga di rumah kami,
Jadikanlah juga rumah
kami sebagai istana kami, istana yang penuh berkah dan kedamaian bagi kami dan keluarga kami.. Amin!
Wahai Tuhanku, aku
ini tidak pantas menjadi penghuni surga tapi aku tidak mampu menahan panasnya api neraka. Sebab itulah terima taubatku dan ampunilah segala dosa-dosaku,
sesungguhnya Kau lah zat yang mengampuni dosa-dosa besar.
Tuhanku tenggelamkan
aku dalam lautan cinta-MU. Apapun yang akan Engkau karuniakan kepadaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh-musuh-Mu,
Dan apapun yang akan
Engkau karuniakan kepadaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu,
Karena Engkau sendiri
cukuplah bagiku..
Wednesday, August 5, 2009
Memori
Sesak yang menghimpit
Saat kenangan itu hadir
Jangan biarkan dian itu mati
Jangan pergi dan jangan berakhir
Aku ingin asa itu abadi
Menemaniku disini
Sendiri
Katakan ini bukan mimpi
karena terasa menyakitkan
Tapi jika mimpi
jangan bangunkan karena aku ingin berada dalam kesakitan
-BlueAvontur-
Tuesday, July 21, 2009
Leaving On A Jet Plane
Orang bilang mendengarkan musik klasik dapat meningkatkan kemampuan otak dan menenangkan jiwa. Aku berpikir mungkin mendengarkan musik klasik saat ini dapat membantu diriku menenangkan pikiran. Ya kawan! Aku sedang terpuruk. Hatiku porak poranda. Terdengar berlebihan? Mungkin iya tapi itulah yang kurasakan kawan.
This is it! Inilah saatnya kawan bagiku untuk kembali ke tanah air, membawa semua pengalaman dan kenangan yang pernah kualami di daratan Viking ini. Entah kapan aku bisa kembali lagi ksini. Soon i hope. Dan semoga kita bisa bertemu lagi dalam situasi yang lebih baik. Dengan harapan yang lebih baik pula.
Kupandangi lautan awan putih dari balik jendela. Kuulangi lagi pertanyaan-pertanyaan yang sama dalam hatiku, yang selalu hadir tanpa jawaban. Mengapa? Mengapa baru saat ini aku merasa nyaman? Mengapa tidak dari dulu-dulu? Ahhh.. kau benar kawan. Itu hanya pertanyaan-pertanyaan bodoh yang tidak akan ada jawabannya.
Hatiku kembali gundah. Kuganti lagu klasik yang bermain di Ipodku. Ahhh musik klasik tak lagi dapat membantuku. Terdengar suara Chantal Kreviazuk di telingaku.
So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go
Lagu ini emang keren. Kupandangi lagi awan putih di balik jendela, masih ada 20 jam utuk melamun dan berkontemplasi.
Now the time has come to leave you
One more time, Oh let me kiss you
Then close your eyes and I'll be on my way
Dream about the days to come
When I wont have to leave alone
About the times, I wont have to say
Dan mataku pun basah..
Wednesday, July 1, 2009
Dan langit pun menangis..
Menunggu merupakan pekerjaan yang paling menyebalkan. Waktu yang terus berdetak tanpa henti meninggalkan kita yang masih terdiam. Menunggu saat-saat terakhir meninggalkan semua yang ada di sini, kenangan manis dan kisah duka, benar-benar membuat hati ini berdegup kencang tak karuan. Bagaikan tawanan yang sedang menunggu saat-saat kematian, seluruh rasa dan pikiran berkecamuk dalam diri ini.
Aku pun terjatuh, terpuruk dalam lubang hitam ketidak pastian.
Dan langit pun menangis..
Menumpahkan semua warna kelabu yang ada padanya, turun jatuh ke bumi. Aku pun menangis dalam kesendirian. Berteriak menyalahkan waktu yang telah mempermainkan hati ini. Tetapi hanya semilir angin utara yang menjawab, mencium mesra telingaku. Mengapa pada saat-saat terakhir baru kau mengikat erat emosiku. Mengapa?
Satu saat nanti aku akan kembali menginjakkan kaki di benua ini. Menaklukkan semua tantangan yang ada. Dan menemukan kembali perasaan ini..
Perlu waktu untuk menata rasa dan hati yang telah terjungkir, untuk kembali pada rutinitas. Tidak yang dapat kulakukan saat ini karena aku tau Allah mencintaiku dan aku mencintai-Nya. Aku merindukan surga-Mu. Bimbing aku..

